Hassya dan Sadira
sedang berbincang – bincang berdua)
Hassya : “Apakah kau tahu sadira???”
Sadira : “Apakah itu???”
Hassya :”Aku sangat mencintaimu, walau banyak perbedaan diantara kita.”
Sadira : “Perasaan ku sama sepertimu,
cinta kita tidak akan terpisahkan oleh apapun, aku
yakin itu”
(Hassya dan Sadira berhadapan saling
tersenyum)
Hassya : “Oh yaa..Sadira, apakah ramuan
yang dibuat oleh Isla sudah selesai??”
Sadira :”Emmm…
terakhir kali aku mengunjungi Isla, dia bilang tinggal menyatukan
Rosa nera dan batu perak.”
Hassya : “Baguslah kalau begitu.”
(tiba–tiba Hassya
merasakan hal yang aneh, ada orang yang berasal dari klan kegelapan sedang
mengintip dari kejauhan)
Hassya : “Sadira berlindunglah di sana“
(Sadira baru akan melangkah tapi,tiba–tiba
suara seorang perempuan yang sangat keras muncul dihadapannya yang tidak lain
adalah Fraconia, di dibelakangnya disusul Kaien dan Blath).
Fraconia : “Oohh..jadi ini kekasihmu yang
membuat kau berpaling dariku, apakah wanita
itu lebih baik dariku Hassya??? Jawab Hassya!!”
(Hassya hanya terdiam
dan tidak berekspresi).
Fraconia : “Jawab Hassya,, jawab!! Dan aku tak
menyangka bahwa wanita yang kau pilih
itu adalah orang cahaya musuh bangsamu sendiri Hassya.”
(Dan sekali lagi Hassya hanya terdiam).
Fraconia : “Aku akan melakukan apa yang memang
harus aku lakukan dari dulu”
(Fraconia mengambil belati dari pinggangnya
dan menuju ke arah Sadira).
Hassya : “Ternyata diam pun tidak selamanya
emas yaa?? Ayo kita pergi Sadira”
(sambil memegang tangan Sadira).
(Ugghh!! Sebuah tali dari
sabut keras melesat ke arah Hassya, mengikat pergelangan tangannya).
Hassya :” Apa–apaan ini, Blath?? Mundur
jangan ikut campur.”
(Blath tersenyum aneh, senyuman yang
mengerikan yang tidak pernah dilihat Hassya sebelumnya , biasanya ekspresi
sobatnya begitu datar dan kosong, kini
matanya tampak terlihat jahat, sorot mata itu yang memberikan jawaban pada
Hassya bagaimana Fraconia tahu dirinya sedang ada di aerial).
Hassya : “Ternyata kau Blath..”
Blath : “Tentunya. Kau tidak akan pergi
tanpa memberikan penjelasan bukan, yang mulia?”
(Kejadian berikutnya terjadi dengan sangat
cepat. Fraconia yang melihat posisi Hassya terikat seperti itu langsung
menerjang Sadira, namun Hassya berhasil mencegah dan menjauhkan gadis itu
darinya.Fraconia yang kehilangan keseimbangan langsung tercebur ke danau
dibelakangnya).
(Danau aerial yang biasanya memiliki permukaan
tenang ini tiba- tiba bergolak seperti diamuk badai airnya beriak kesana kemari
dan tiba-tiba permukaannya berubah menjadi merah menyala menelan tubuh fran
dengan paksa, Fraconia yang bisa berenangpun tidak dapat mengendalikan situasi.
Tangan kanannya menggapai–gapai, tapi tidak bisa meraih apa- apa).
Fraconia : “Hassya tolong akuu, tolooonggggg…..”
(Hassya sudah siap terjun).
Kaien : (Berteriak)” HASSYA JANGAN!!!”
Hassya : “Tapi Kaien. Fraconia… “(dengan
ekspresi bingung).
Kaien : “Batu bulan itu. Seharusnya
batu bulan itu (Kaien tergagap) Hassya kau tidak boleh Terjun!! Danau ini terkutuk.”
(Keadaan danau semakin lama semakin tenang. Setenang
kepergian Fraconia yang tidak akan pernah kembali lagi).
Blath :” Yang mula Hassya bertanggung
jawab atas kematian putri Fraconia Hadyr. Ia
harus ikut penyelidikan lebih lanjut” (dengan suara lantang).
(Kemudian Blath
memegang tangan Hassya).
Blath :” Tidak usah melawan Hassya,
pasukan pengawal sedang dalam perjalanan kesini!!”
Hassya : “Untuk menangkap ku?? “(Hassya kembali berdiri didepan Sadira
yang terlalu syok untuk berkat –kata).”Jadi semua
ini sudah direncanakan??”
(Sorot mata Kaien menyatakan
dirinya tidak ingin melakukan ini. Namun, dia hanya diam, terkesima, terlalu
kaget atas konsekuensi perbuatannya, yang telah menaruh batu bulan di dasar danau).
Blath : “Sekarang serahkan putri
matahari kepada kami” (dengan nada menuntut).
Kaien : “Blath, Apa perlu??”.. (Kaien
tampak ragu. Ia tersentuh melihat betapa
protektifnya
Hassya pada gadis cahaya itu).
(Derap langkah serentak
kaki – kaki lain terdengar tak lama kemudian, mengusik ketenangan aerial yang
syahdu.Pasukan yang tadi disebut Blath hadir membawa senjata lengkap, bersiaga
penuh. Seperti akan meringkus pembunuh berdarah dingin)
(Hassya
meregangkan tangannya, tidak jadi meraih senjatanya di sisi tubuhnya. Tidak ada
guna melawan orang sekampung begini)
Hassya : “Lari Sadira, lari….!!!”
Sadira : (Terkesma sesaat).“Te..tapi??!!”
(Tidak mungkin ia meninggalkan Hassya disini)
Hassya : “Lariiiii sekarang!!!!”
(Dengan ekspresi enggan, hampir menangis.
Sadira menguatkan hati untuk melangkah pergi meninggalkan figur Hassya yang
tenggelam dalam kerumunan prajuritnya sendiri).
(Arak – arakan pasukan
muncul dari istana kegelapan dan sayangnya ini bukan untuk bersuka cita. Di
tengah–tengah pasukan tersebut, tampak Hassya berjalan seorang diri dengan
kedua tangan terikat tali. Dari istana Toireaan berdiri keluar, tidak
percaya.Ingin menyaksikan dengan mata kepala sendiri berita tragis yang
didengarnya.Hassya memang agak liar dan cenderung pembangkang, tapi membunuh??Ia
yakin sekali, itu bukan adiknya).
Toieraan : “Ini pasti salah paham. Katakan itu
Hassya!! Kau tidak membunuh Fraconia??”
(Laki – laki ini memajukan wajahnya. Menarik
ke arah tunik Hassya yang setengah compang - camping).
Toieraan : (Mengulangi maksudnya) “Katakan
semua ini tidak benar dan aku dapat
membelamu Hassya!!”
Hassya :” Tidak!!! “(menolak dengan tegas)
(Ia malah menatap dingin kakanya, tidak hanya
membenarkan tapi juga Menantangnya.Tantangan yang membuahkan bogem mentah dimukanya
dari Toireaan).
Toieraan : “Bodoh!!” (umpatnya sekalian). “Isla
juga belum selesai membuat ramuan Rosa
Neranya dan kau malah membuat masalah, kecerobohanmu ini dapat menjerumuskan semuanya.
Merusak apa yang telah aku, Isla kita semua perjuangkan
selama ini Hassya!!”
(Hassya berusaha
setengah mati menahan amarahnya sendiri. Tidak usah diteriaki begini ia sudah
tahu konsekuensi pahitnya).
Hassya : “Kau kira aku tidak berusaha sama
sekali??”
Toieraan : “Aku tidak melihat bukti apa – apa”
(Toireaan membalas ketus. Tidak peduli aura
syok, sakit hati, menghasi wajah hassya).
(Hassya pun akhirnya
dibawa kedalam penjara. Hassya tidak melawan sebagai pendistraksi, ia asik sendiri menyibukkan
pikiran dengan bertaruh penjara mana yang akan dihuninya, apakah penjara menara
yang dingin atau penuh ular berbisa? Dan tenyata hassya mendapatkan pemjara
menara yang dinginnya menusuk tulang).
(sementara itu Keir dan
Blath sedang melakukan pertemuan).
Blath : (Mengeluarkan sebutir batu
perak yang terselubungi kain dari sakunya). "Ini sesuai permintaanmu penyihir kegelapan.”
Keir : (Membawa lebih dekat batu
tersebut di depan mata). “batu bulan terbukti dapat
menjadi pasir hidup didalam air. Aku tidak sabar menyaksikan kehebatan batu
perak ini”
(Keir berhasil
memaksimalkan fungsi batu bulan. Akibatnya Fraconia menjadi korban, dan Hassya
akhirnya di penjara. Kini putri matahari tidak memiliki kesatria yang akan
melindunginya lagi).
Blath : “Apakah kau puas yang mulia Keir”
(dengan tersenyum licik)
(Keir membalas dengan
senyuman diplomatis, sungguh menyebalkan baginya.Karena selama ini ia harus
menunggu Blath untuk mengambilkan batu perak yang berserakan di aerial
untuknya. Sampai saat ini yang tidak dapat menembus perisai pelindung di hutan tersebut,
mungkin sihirnya yang begitu keji dan kotor sehingga tempat suci itu
menolaknya).
Keir : “Tentu Blath, dan itu namanya
kerja sama. Dan darah putri matahari akan ku dapatkan
saat pesta seribu cahaya.”
Di ruang ekspolasi
Isla, Isla dan Toireaan sedang berbincang – bincang.
Isla : “Apa? Hassya di tangkap? “(dengan
nada terkejut).
(Toireaan mengangguk lemah).
Isla : “Apa tidak ada yang dapat
kau lakukan untuknya, apakah Hassya benar – benar
pelakunya, atau semua ini hanya jebakan?”
Toireaan : “Sedang dilakukan peyelidikan, lebih
lanjut” (Toireaan berhenti sejenak
memalingkan muka).
Isla :” Kau tidak apa – apa?”
(bertanya cemas)
Toireaan : (Toireaan pun terhenyak) “oh tidak,
tidak apa –apa. Ehmm… bagaimana dengan persiapan ramuan rosa nera dan batu
peraknya? Apakah akan selesai?”
Isla : “Selesai saat pesta seribu
cahaya “(Isla menyediakan jawaban yang dimaksud, tersenyum dengan mata
menerawang). “iya, pasti. Aku ingin kamu dapat berdansa dibawah sinar matahari”
(Ramuan yang dimaksud Isla adalah salep anti
matahari untuk Toireaan dan klannya).
(Dan sesuai dengan hukum
keseimbangan batu perak yang ia ketahui. Keberhasilan ramuannya tidak lepas dari fungsi ganda batu perak yang
baginya cukup menyeramkan . niatan Isla dengan membuat salep ini adalah baik dan berhasil itu
berarti di tempat lain seseorang di tengah mengupayakan kejahatan dan berhasil
juga).
(Di depannya, Isla melihat Toireaan mengangguk setuju dengan ekspresi sangat bahagia. Seperti ini
adalah sesuatu yang di tunggu kekasihnya berabad – abad lamanya).
Toireaan :” Akan segera kita jelang saat itu isla.” (sambil memegang erat tangan isla).
Keadaan Sadira setelah raja tahu kebadungan putrinya……
(Sadira tidak pernah mengira kamarnya seluas sedingin ini
sudah hampir seminggu ia
berada di dalam ruangan ini, sehari – hari ia biasa menghabiskan waktu diluar selalu
bermandikan matahari dan selalu menjelang pertualangan baru. Dikurung seperti ini ibarat merenggut
separu jiwanya, Sadira merasa mati suri).
(Sadira duduk
bersandar di kasurnya)
“Tingg...!!!”
(Sesuatu yang berkilauan berada di
sebelah sadira ).
Sadira : “Berlian dari Hassya” apabila kau sedang diliputi keputusaasaan,ingatlah
bahwa kita memiliki keinginan yang sama.(Kata-kata Hassya terngiang-ngiang dikepalanya )” aku ingin bertemu Hassya.”
( kedua tangannya mendekap erat berlian bulat sebesar
satu buku jari telunjuk .
tiba-tiba pada dinding putih didepan sadira,terbentang
visualisasi transparan yang menyajikan gambar ruangan gelap bertembok batu-batu
besar dan
disitu terlihat sosok hassya yang sedang terikat)
Sadira : “Hassya !!!” (Sadira langsung merapatkan kedua tangannya disitu, memukul-mukulnya
berkali-kali tapi, tetap saja ia tidak dapat menembusnya.)
Hassya :
“ Sadi…ra?” (Hassya mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk.)
(Mereka
dapat saling melihat tapi Hassya tidak dapat mendekat ke dinding karena kedua tangan
dan kakinya di rantai.)
Hassya :
“Keh!! Jadi berlian itu benar-benar mengabulkan keinginanku” (hassya tertawa
kecil. Keadaannya tidak baik).
(Sadira dapat melihat darah mengering di
pelipis Hassya, tidak terbayang apa yang sudah dilalui pemuda itu sampai ditempatkan
diruang setinggi itu)
Sadira :
“Hassya dimana…??”
Hassya :
(Mata Hassya memandangi satu sudut ruangannya lalu menghela nafas, tampak lega)
“tempat sedingin ini… sepertinya menara penjara. Tak tahu juga, aku sendiri
belum pernah kesini, ini tempat tahanan kelas kakap di negeriku.”
(Berhenti sejenak, menarik nafas kembali,
sangat sulit bernafas normal di tempat yang bertekanan tinggi seperti ini). “Kejadian
yang menimpa fraconia… sepertinya semua itu jebakan. Fran perenang hebat, kami
pernah menyelam sampai dasar danau dan tidak menemukan satu tumbuhan dan
binatang yang berbahaya didalamnya. Jadi ada orang yang menginginkan Fran mati
agar aku menjadi kambing hitamnya.”(sesaat, sorot mata hassya tampak di liputi
penyesalan). “Dan orang ini tahu bagaimana perasaan Fran padaku. Jadi, tidak
ada alasan untuk menyerah. Aku
harus segera keluar dari sini!!”
(Kerut-kerut halus
menghiasi kening Sadira, membuat paras cantiknya menjadi terlihat dramatis, ia
gemas karena tidak ada yang dapat di perbuatnya untuk meringankan penderitaan Hassya).
Hassya :
“Kenapa Sadira???” (Hassya bertanya dengan gaya acuh tak acuh).
Sadira :
(Sadira tetap diam tertunduk. Ia tidak ingin Hassya melihat setengah mati
menahan air mata).
Hassya :
“Kenapa menunduk terus??” (Hassya bertanya lagi lebih tegas lebih keras).
Sadira :
“Soalnya…. Aku..aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Kau terkurung disana dan
keadaanku disini juga tidak lebih baik. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi,
kita harus memperjuangkan perdamaian, begitu banyak halangannya. Mungkin kita
memang harus berperang.”(Sadira mengangkat wajahnya dan berkata secepat kilat,
berharap dengan begitu ia jadi lebih percaya diri berhadapan dengan Hassya).
Hassya :
“Jangan ngomong-ngomong aneh-aneh!” (kalau kau menginginkan perdamaian,
persiapkan diri untuk perang). Diantara
sekian banyak orang yang setuju dengan cara itu, aku adalah salah satu yang
menolak. Sangat tidak masuk akal mewujudkan perdamaian dengan menaklukan bangsa
lain. Karena yang tersisa hanya dendam, dan itu akan membawa kita pada
peperangan berikutnya.”
(Walau
Sadira tidak memberi respon, ia tahu dirinya setuju dengan pernyataan tersebut.
Siapapun yang akan memulai perang berarti akan menciptakan luka, sakit hati,
penderitaan.. exitium).
Hassya :
“Lihat aku, Sadira!” (suara Hassya kembali penuh penekanan).
(Dan pada detik itu Sadira merasakan energi
baru mengaliri tubuhnya. Energi yang ia kenal lemah tapi meledak-ledak. Energi
Hassya, tangannya kini tengah menggenggam erat dan posesif. Memberinya kekuatan
dan keyakinan. Sadira yakin sekali itu).
Hassya :
“Terus apa yang akan kau lakukan? Kamu mau melarikan diri dari semua ini? Mau
mundur? Begitu?”
Sadira :”
Tentu saja tidak” (Sadira menjawab cepat, marah karena disangka pengecut. Ia
memang takut, tapi ia tidak akan kabur layaknya pengecut.)” lantas bagaimana
mengeluarkanmu dari situ?” (Sadira setengah berteriak).
Hassya :
“Mungkin Toireaan dapat membantuku, dengan menceritakan ini semua ini padanya”
Sadira :
“Aku tahu.” (Sadira mengangguk-angguk lalu segera bangkit, mencari cara untuk
kabur dari sangkar emasnya).
Hassya :
“Dan, Sadira….” (Sadira menoleh ke Hassya lagi, masih dengan tatapan cemas).”
Hati-hati”
(Ia melihat laki-laki
yang biasanya serampangan ini tengah menenangkannya dengan seulas senyuman
hangat).
(Setelah
itu sadira langsung menemui Isla dan kebetulan sekali Toireann ada bersamanya,
dan Sadira langsung menceritakan apa yang terjadi).
Sadira :
“Bahaya, Toireaan. Hassya dipenjara dimenara kegelapan. Kondisinya tidak baik,
Hassya mengatakan mungkin kau bisa membantunya.
Toireaan :
“Ia aku tahu,, tapi bagaimana caranya??
Sadira :
“Kita harus bergegas!! Sekuat apapun, Hassya bisa mati apabila dipenjara ditempat
sedingin itu.” (segera, setelah Sadira berada didalam kastil ia tumpahkan
segala hal yang di ketahui, dilihatnya dialaminya tadi, bahwa ia dan Hassya
seperti terhubung satu sama lain).
Toeriann : “Akan segera aku pikirkan caranya”
(Sebelum
Toireaan melakukan apapun, ternyata di negeri kegelapan seseorang telah
memikirkan cara untuk membebaskan pangeran Hassya)
Komentar
Posting Komentar