Blath : (Mengetuk pintu)”took..took!!! permisi yang
mulia apakah aku boleh masuk??”
Keir :”Ya
silahkan Blath”
(Blath pun memasuki ruangan dan perbincangan pun di mulai)
Keir :”Apakah
ada sesuatu yang penting yang ingin kau beri tahu padaku Blath??”
Blath :”Iyaa
tuanku , ini adalah informasi yang sangat penting”
Keir :”Apakah
itu?” (dengan nada penasaran)
Blath :”Begini
yang mulia , ada 3 informasi yang akan kusampaikan, yang pertama bahwa putra mahkota klan kita telah
berhubungan dengan sepupu dari putri matahari
yang bernama Isla , yang kedua wanita yang bernama Isla sedang melakukan proyek krim anti
matahari dari bunga rosa nera, dan yang ketiga mereka
berdua bersama pangeran Hassya dan putri Sadira akan berusaha menciptakan
perdamaian diantara kerajaan kegelapan dan kerajaan cahaya”
Keir :”Hmmmmm..rupanya
usaha mereka sudah sampai sejauh ini , dan aku merasa kecewa dengan putra mahkota negeri kita yang sudah
mengkhianati bangsanya sendiri”
Blath :
(Dengan terbata-bata) “sse..ssee.. benarnya aku sudah mengetahui hubungan putra mahkota sejak lama”
Keir :”Mengapa
kau tidak memberitahuku sejak lama hah????” (membentak Blath)
Blath :”Aku
masih ragu yang mulia” (sedikit takut)
Keir :”Heuuuh!!!
Ya sudahlah lupakan itu, tapi aku berterima kasih kepadamu telah memberitahukan
kepadaku informasi yang berharga”
Blath :”
Sama-sama yang mulia, aku akan melakukan apapun untukmu”
Keir :”Huaaahahahahah….
Aku tertarik dengan wanita yang bernama Isla itu tentang informasimu bahwa ia akan membuat
ramuan anti matahari dan bila putra
mahkota mendapatkannya mungkin
itu bisa kita manfaatkan untuk memperkuat
klan kita ”
Blath :”Semoga
itu akan berhasil…!!”
Keir :”Ya
semoga…hemmmm… masih ada satu orang yang menghambat rencanaku , yaitu pangeran Hassya
!! bocah tengik itu sama sekali tidak berguna
dan dia malah berhubungan dengan
putri matahari , bagaimanapun aku
tidak bisa mendapatkan darah putri matahari kalau bocah tak berguna itu selalu melindunginya!!!! (dengan
nada kesal lalu dia mempunyai sebuah ide) hmmm.. Blath tolong panggil kaien
kesini!!”
Blath :”Baik
yang mulia..”
(Kaien :”Permisi
yang mulia…”
(
Kemudian kaein datang ke ruangan keir)
Keir :”Kemarilah
Kaien”
Kaien :”Ada
perlu apa kau memanggilku ?” (dengan nada sinis)
Keir :”Aku
hanya ingin bertanya sesuatu” (dengan meremehkan)
Kaien :”Apa
maumu Keir??”
Keir :”Aku
ingin bertanya tentang pendapatmu , apakah kau suka melihat pangeran Hassya berhubungan dengan klan
cahaya dan mengkhianati klannya sendiri??”
Kaien :”Hmmmm…
buat apa kau tanyakan tentang itu padaku??”
Keir :”Aku
hanya ingin mendengarkan pendapatmu!!”
(Akhirnya
Kaien mulai berbicara)
Kaien :”Aku
pribadi sangat tidak suka Hassya berhubungan dengan putri matahari dari klan cahaya , karena
itu sangat di larang dan dia mengotori namanya sendiri
di klan kegelapan walaupun hanya sedikit orang yang tau”
Keir :”Hahahaaa..
ternyata kau sependapat dengan ku Kaien”
Kaien :
(Dengan rasa curiga) “Darimana kau tau semua itu Keir??”
Keir :”Itu
adalah hal mudah bagiku!!!” (sedikit melecehkan)
Kaien :”Ku
harap kau bisa menjaga rahasia ini Keir” (dengan nada tegas)
Keir :”Kau
bisa membantuku dengan meletakan batu perak ini di dasar danau aerial tempat Hassya dan Sadira biasa betemu”
Kaien :”Baiklah
aku akan membantumu , tapi kau harus berjanji akan merahasiakan tentang pangeran Hassya”
Keir :”Baiklah..”
Kaien :”Berikan
batunya sekarang”
Keir :”Huuup…”
(Keir melempar batunya dengan senyum penuh arti)
(Setelah
Kaien menerima batu itu , ia langsung pergi ke danau aerial dan menjatuhkan
batu itu)
Kaien :”Semoga
ini berhasil, dan kehormatan pangeran Hassya segera kembali”
(Di
ruang kelas pangeran Hassya bersama Kaien dan Fraconia sedang belajar tentang
tata Negara. Dan Fraconia merasa bosan begitu juga yang lainnya)
Fraconia :”Apakah kalian tidak merasa
bosan????”
Kaien :”Kau
tidak perlu bertanya itu!! Aku sangat-sangat bosan!!”
(Fraconia
berusaha mencari perhatian hassya)
Fraconia : (Memegang tangan Hassya) Hassya dari
pada kita mati bosan di sini bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan???”
Hassya :
(Tanpa ekspresi) “Aku tidak mau!!!”
Fraconia : (Sedikit memaksa) “Ayolah Hassya ..
apakah kau tidak kasihan melihat wanita
cantik ini hampir mati kebosanan mengikuti kelas yang sangat suram ini??”
Hassya :”Sekali
ku bilang tidak ya tidak!!!!” (dengan nada membentak)
Fraconia : (Terhenyak kaget) “ Ta..tapii.. Hassya
apakah kau tidak mengerti sedikit saja perasaanku??”
(Hassya
malah menunjukan ekspresi acuh tak acuhnya dan akhirnya kaien yang menjawab)
Kaien :”Sudahlah
tuan putri.. mungkin pangeran Hassya sedang lelah”
Fraconia : (Setengah berteriak) “Apakah kau
mempunyai wanita lain di hatimu Hassya??siapakah
dia???apakah dia lebih baik dan lebih cantik dariku???jawab
Hassya!!!!”
Hassya :”Ya!!!
Aku memang punya , terus kau mau apa hah??” (dengan nada sinis)
(Dan
Fraconiapun menangis, sedangkan Hassya dan Kaien pergi meninggalkannya
sendirian)
Aerial , di depan danau …………
Komentar
Posting Komentar