Langsung ke konten utama

naskah aerial 3


Blath               :  (Mengetuk pintu)”took..took!!! permisi yang mulia apakah aku boleh                               masuk??”
Keir                 :”Ya silahkan Blath”

(Blath  pun memasuki ruangan dan perbincangan pun di mulai)

Keir                 :”Apakah ada sesuatu yang penting yang ingin kau beri tahu padaku Blath??”
Blath               :”Iyaa tuanku , ini adalah informasi yang sangat penting”
Keir                 :”Apakah itu?” (dengan nada penasaran)
Blath               :”Begini yang mulia , ada 3 informasi yang akan kusampaikan, yang pertama                      bahwa             putra mahkota klan kita telah berhubungan dengan sepupu dari putri                       matahari yang bernama Isla , yang kedua wanita yang bernama Isla sedang               melakukan proyek krim anti matahari dari bunga rosa nera, dan yang ketiga              mereka berdua bersama pangeran Hassya dan putri Sadira akan berusaha                            menciptakan perdamaian diantara kerajaan kegelapan dan kerajaan cahaya”
Keir                 :”Hmmmmm..rupanya usaha mereka sudah sampai sejauh ini , dan aku merasa                    kecewa dengan putra mahkota negeri kita yang sudah mengkhianati bangsanya                   sendiri”
Blath               : (Dengan terbata-bata) “sse..ssee.. benarnya aku sudah mengetahui hubungan                    putra mahkota sejak lama”
Keir                 :”Mengapa kau tidak memberitahuku sejak lama hah????” (membentak Blath)
Blath               :”Aku masih ragu yang mulia” (sedikit takut)
Keir                 :”Heuuuh!!! Ya sudahlah lupakan itu, tapi aku berterima kasih kepadamu telah                   memberitahukan kepadaku informasi yang berharga”
Blath               :” Sama-sama yang mulia, aku akan melakukan apapun untukmu”
Keir                 :”Huaaahahahahah…. Aku tertarik dengan wanita yang bernama Isla itu                             tentang informasimu bahwa ia akan membuat ramuan anti matahari dan bila                        putra mahkota             mendapatkannya mungkin itu bisa kita manfaatkan untuk                            memperkuat klan kita
Blath               :”Semoga itu akan berhasil…!!”
Keir                 :”Ya semoga…hemmmm… masih ada satu orang yang menghambat                                   rencanaku , yaitu pangeran Hassya !! bocah tengik itu sama sekali tidak                          berguna dan dia malah berhubungan             dengan putri matahari , bagaimanapun                       aku tidak bisa mendapatkan darah putri matahari kalau bocah tak berguna itu              selalu melindunginya!!!! (dengan nada kesal lalu dia mempunyai sebuah ide)                      hmmm.. Blath tolong panggil kaien kesini!!”
Blath               :”Baik yang mulia..”
           
(Kaien             :”Permisi yang mulia…”
( Kemudian kaein datang ke ruangan keir)
Keir                 :”Kemarilah Kaien”
Kaien               :”Ada perlu apa kau memanggilku ?” (dengan nada sinis)
Keir                 :”Aku hanya ingin bertanya sesuatu” (dengan meremehkan)
Kaien               :”Apa maumu Keir??”
Keir                 :”Aku ingin bertanya tentang pendapatmu , apakah kau suka melihat pangeran                   Hassya berhubungan dengan klan cahaya dan mengkhianati klannya sendiri??”
Kaien               :”Hmmmm… buat apa kau tanyakan tentang itu padaku??”
Keir                 :”Aku hanya ingin mendengarkan pendapatmu!!”
(Akhirnya Kaien mulai berbicara)
Kaien               :”Aku pribadi sangat tidak suka Hassya berhubungan dengan putri matahari                       dari klan cahaya , karena itu sangat di larang dan dia mengotori namanya                               sendiri di klan kegelapan walaupun hanya sedikit orang yang tau”
Keir                 :”Hahahaaa.. ternyata kau sependapat dengan ku Kaien”
Kaien               : (Dengan rasa curiga) “Darimana kau tau semua itu Keir??”
Keir                 :”Itu adalah hal mudah bagiku!!!” (sedikit melecehkan)
Kaien               :”Ku harap kau bisa menjaga rahasia ini Keir” (dengan nada tegas)
Keir                 :”Kau bisa membantuku dengan meletakan batu perak ini di dasar danau aerial                   tempat             Hassya dan Sadira biasa betemu”
Kaien               :”Baiklah aku akan membantumu , tapi kau harus berjanji akan merahasiakan                      tentang pangeran Hassya”
Keir                 :”Baiklah..”
Kaien               :”Berikan batunya sekarang”
Keir                 :”Huuup…” (Keir melempar batunya dengan senyum penuh arti)
(Setelah Kaien menerima batu itu , ia langsung pergi ke danau aerial dan menjatuhkan batu itu)
Kaien               :”Semoga ini berhasil, dan kehormatan pangeran Hassya segera kembali”
(Di ruang kelas pangeran Hassya bersama Kaien dan Fraconia sedang belajar tentang tata Negara. Dan Fraconia merasa bosan begitu juga yang lainnya)
Fraconia          :”Apakah kalian tidak merasa bosan????”
Kaien               :”Kau tidak perlu bertanya itu!! Aku sangat-sangat bosan!!”
(Fraconia berusaha mencari perhatian hassya)
Fraconia          : (Memegang tangan Hassya) Hassya dari pada kita mati bosan di sini                                   bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan???”
Hassya             : (Tanpa ekspresi) “Aku tidak mau!!!”
Fraconia          : (Sedikit memaksa) “Ayolah Hassya .. apakah kau tidak kasihan melihat                            wanita cantik ini hampir mati kebosanan mengikuti kelas yang sangat suram                       ini??”
Hassya             :”Sekali ku bilang tidak ya tidak!!!!” (dengan nada membentak)
Fraconia          : (Terhenyak kaget) “ Ta..tapii.. Hassya apakah kau tidak mengerti sedikit saja                    perasaanku??”
(Hassya malah menunjukan ekspresi acuh tak acuhnya dan akhirnya kaien yang menjawab)
Kaien               :”Sudahlah tuan putri.. mungkin pangeran Hassya sedang lelah”
Fraconia          : (Setengah berteriak) “Apakah kau mempunyai wanita lain di hatimu                                  Hassya??siapakah dia???apakah dia lebih baik dan lebih cantik                                               dariku???jawab Hassya!!!!”
Hassya             :”Ya!!! Aku memang punya , terus kau mau apa hah??” (dengan nada sinis)

(Dan Fraconiapun menangis, sedangkan Hassya dan Kaien pergi meninggalkannya sendirian)
Aerial  , di depan danau …………

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....