Langsung ke konten utama

Postingan

Aliran Rasa Pra Bunda Sayang Institut @ibu.profesional.official

Alhamdulillah empat pekan dan empat wahana sudah terlampaui, dengan naik turunnya semangat, dengan kebingungan mencerna maksud setiap wahana, dengan positive vibes yang disebarkan oleh tim balik layar maupun depan layar IIP dan teman-teman ibu pembelajar. Sebenarnya ini merefresh materi-materi dari kelas matrikulasi yang udah berlalu sekian lama, apalagi ada yg dari teman-teman matrikulasi batch 1 sampai 7 yang memang sangat butuh untuk me-recall. Awal awal main di istana pasir sampe ke diving alhamdulillah lancar, dengan hasil banyak tanya ke teman dan fasil, tapi ada yang kelewat ngumpulin pas wake boarding karena bener-bener lupa waktu deadlinennya. Dengan kegiatan yang emang lagi padet ditambah kurang fokus hiks. Tadinya mau selalu post jurnalnya di IG. Tapi akhirnya tengah jalan pindah haluan ke blog.  Ini baru miniatur perjuangan 13 bulan kedepan ya. Semangatnya dijaga, jangan kelewat kenceng larinya di awal, karena nafasnya kudu dijaga biar panjang. Nikmati hamparan pemandan...

Game Wahana Diving Pra Bunsay 6 IIP

 Diving? Soebuah aktivitas yang saya rindukan sejak lama. Saya suka, walaupun baru pertama kali waktu kuliah beneran diving di Bangsring Banyuwangi, pake alat dan di tempat yang sungguhan, walaupun juga dengan penuh drama hehe. Eh terus gimana bisa diving online di IIP kelas pra Bunsay ini?. Hari ini lagi jadi cinderella di game terakhir pra bunsay di pulau cahaya dari kemarin belum sempat atau lebih tepatnya belum meluangkan waktu khusus untuk fokus. Setelah menyimak ulang materi yang disampaikan oleh Mba Maria Ulfa guidetour di wahana diving, akhirnya saya mulai menulis jurnal ini. Mari menyelami lagi dirimu ini Syifa, seperti apa kamu itu? lalu seperti apa kamu saat ini di IIP? apa yang akan kamu perjuangkan ke depan? dan apa kesamaan dirimu dengan IIP? Sebenernya saya bukan tipe yang suka mengungkapkan seperti apa diri saya ini. Tapi ini juga penting untuk diungkap si. Syifa adalah seorang perempuan yang sangat perhatian dengan orang-orang terdekatnya, selalu mau belajar dan ka...

Game Wahana Wake Boarding Pra Bunsay IIP

Game ketiga di pulau cahaya, memanggil kembali materi-materi di kelas matrikulasi ya. Walaupun sudah pernah tapi seperti materi baru hehe. Kali ini dapet tantangan buat menyiapkan tali dan equipment pengaman untuk berada pada jalur game yang sesuai kebutuhan diri. Ayo coba merumuskan kembali tujuan kenapa mau kuliah lagi di Institut Ibu Profesional ini. Salah satu hal yang mendasari pastinya karena belajar itu emang kewajiban bagi manusia sampai waktunya di dunia habis. Di kelas Bunda Sayang ini, aku mau melanjutkan rencana belajar dari kelas Matrikulasi ya tentang Ilmu Pendidikan, karena Alhamdulillah di tahunn 2019 sampai 2020 pertengahan kemarin belajar tentang pendidikan diri sendiri, nah kali ini aku mau untuk mulai belajar pendidikan anak atau tarbiyatul aulad. Karena ilmu ini tentunya sangat sesuai dengan duniaku sebagai pendidik di sekolah menegah, dan sebagai bekal juga untuk kehidupan berkeluarga kedepannya. Aku ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mendidik ana...

Berlomba dengan Pikiran

Pernah ngerasa aktivitas sehari-hari biasa ajah tapi kok ngerasa cuapek banget? Waktu 24 jam sehari, eh tiba tiba udah mau ganti hari? Bisa jadi, pikiranmu berlari terlalu cepat, seolah dirimu tengah berlomba dengan pikiranmu sendiri yang terlampau cepat pacuannya. Ayo, mulai lagi berjalan beriringan.. imbangi pikiranmu dengan aktivitasmu. Berikan masing-masing haknya, baik nutrisi maupun apresiasi. Sebenarnya tak mengapa kalau sesekali pikiranmu melanglang buana, namun kalau setiap hari begitu, aku khawatir kamu akan terpeleset dan dijerumuskan syaithan untuk mendahului takdir Tuhan.
Biarkan aku berjalan sebagaimana biasanya. Semua hal yang terjadi, menjadi faktor pembentuk diriku, yang pasti berbeda dengan yang lainnya. Biarkan aku bersikap sebagaimana biasanya, sebab aku tahu hal-hal apa yang harus kujaga. Semua yang kulakukan, sudah tentu berbeda dengan yang lainnya. Sejak awal, semua hal terniatkan untuk mendapat ridha Allah. Biarkan saja upaya ini dijalankan sekuat kemampuan, karena jika ridho Allah tak didapatkan, untuk apa ini diperjuangkan. Krikil, mendung, hujan, terik, senantiasa menyertai perjaalanan. Semua hal itu, nyatanya membuat hari-hari lebih seru, lebih berwarna. Walau mungkin sebel menyergap sesaat, tapi ketika berupaya selalu ingat kepada Allah, semua akan baik-baik saja. Jika tidak berserah diri pada ketetapanNya, lantas mau apalagi? Sedangkan diri ini tahu jelas bahwa ia tak mampu melalukan apapun tanpa kehendakNya.

Nikmati

Ketika menuju tempat yang baru, kita tidak akan pernah benar-benar tahu bagaimana keadaannya sampai kita tiba di tempat tersebut. Mungkin baru sekedar gambaran saja dari cerita orang-orang yang pernah berada di tempat itu. Adapun bagaimana real medannya, mungkin saja bisa berbeda ketika kita yang melaluinya. Keindahan ataupun kesulitan yang tersajikan di tengah perjalanan mungkin beberapa saat membuat kita menghentikan langkah barang sejenak. Perhentian itu hanya sementara, karena ujungnya masih di depan sana. Akan lelah kalau kita hanya berpikir cepat sampai, namun melewati pemandangan atau proses perjalanannya. Semua yang indah akan tak berarti, semua yang sulit semakin membuat berat langkah. Kalau saja, kita nikmati setiap pohon yang berdiri dengan gagah, atau bunga bunga yang merekah dan mungkin awan yang melintas dengan cantiknya, mungkin syukur kita ketika tiba pada tempat tujuan akan semakin paripurna.

Terimakasih Ummi dan Abi

Sungguh sebuah anugerah, Allah hadirkan keduanya dalam hidup. Ummi-Abi adalah orang yang aku cintai dan sayangi seperti aku mencintai dan menyayangi Ayah-Ibu. Allah takdirkan keduanya menjadi ncang bagiku, tersambungkan nasab kami oleh kakek buyutku. Tahun demi tahun berganti, hingga tiba masa kelulusan kuliahku Allah takdirkan aku menjadi muridnya, dalam pertemuan-pertemuan pekanan. Tak pernah menyangka sebelumnya akan menjadi binaan dari ummi. Hingga hari demi hari kulalui bersamanya, aku menyadari akan kasih sayangnya yang begitu tulus. Yang menyayangi tanpa banyak kata, namun banyak hal yang dilakukan untukku. Perhatian, ilmu dan segala hal yang melengkapi dari proses pendidikan yang belum kudapatkan dari Ayah-Ibu. Semua kasih tampak semakin terlihat, setelah setahun kebelakangan dengan hal-hal yang tak mudah menghampiri hidupku. Keduanya selalu mengupayakan yang terbaik, bahkan tanpa aku minta. Keduanya senantiasa mengasihiku selayaknya Ayah-Ibu melakukannya. Bahkan un...