Langsung ke konten utama

Postingan

JURNAL GURU: Menjadi Teman Berbagi Cerita

Bulan februari hampir berakhir, cerita perjalanan dunia sekolah masih terus berjalan. Izinkan aku berkisah, kisah cerita di bulan februari. Menjadi guru SMP senang-senang susah, tapi senangnya lebih banyak insyaAllah. Membersamai peserta didik beradaptasi dengan masa pertumbuhannya, masa pubertas, masa menuju kedewasaan, walau kini anak SMP dikatakan remaja, tapi sejatinya mereka sudah mulai mengalami masa dewasa, masa pendewasaan. Mungkin fisik tidak begitu banyak bekerja, tapi perasaanlah yang dikuras habis, jika kita tak mampu mengelola rasa, tak mengenal seninya. Di tahun kedua ini, aku diamanahkan menjadi guru bidang studi IPA. Berbagai materi kami pelajari bersama, ya kami, aku dan teman belajarku (baca: peserta didik). Berbagi, transfer pengetahuan, dan berbagi kisah. Kelasku tak melulu soal buku dan materi pada buku. Beberapa kali malah kubiarkan buku kami tak terbuka dalam satu hari pelajaran, aku dan mereka yang menjadi kami menghabiskan jam pelajaran dengan bercerita, sa...

Kabar Banjir Part Sekian

Hari ini, pagi sekali sudah ramai informasi banjir di mana-mana. Sekitar jam 6 pagi saya keliling gang sampai ke belakang wilayah kavling pinggir kali, benar saja air sudah penuh, warga sudah mulai mengungsi. Sekolah-sekolah pun diliburkan karena akses menuju sekolah banjir dan sebagian tergenang air, walau sekolah tempat saya mengabdi tetap aman alhamdulillah. Teringat update-an story teman yang mengingatkan bahwa sebenarnya jumlah air itu selalu sama, hanya sekarang kondisi buminya yg sudah berbeda. Qadarullah, meyakini bahwa semuanya sudah Allah tentukan dan pasti atas izin Allah. Namun jika dipikir-pikir dan saya coba mengingat masa kecil saya, saat musim hujan memang terkadang banjir. Akses jalan juga memang terkadang terputus karena dilanda banjir. Ada benarnya, saat ini daerah resapan air semakin minim. Dulu kalau bajir sawah-sawah ikut banjir, tapi pemukiman warga bagian yang cukup tinggi tidak terdampak. Sekarang banyak orang yang terdampak karena areal persawahan yang dul...

JURNAL GURU: Membersamai Anak Mengelola Rasa

Pagi itu, awalnya semua terlihat baik-baik saja. Anak-anak terlihat riang seperti sebelumnya. Mereka belajar, bermain seperti hari-hari biasanya. Dasar perempuan memang pandai sekali menutupi masalah, seolah benar kondisi kelas memang sedang baik-baik saja. Sesekali saya melihat satu dua anak terlihat murung, tapi besok kembali ceria, ya begitu saja setiap harinya seperti sebelum-sebelumnya. Tapi pagi itu, sebuah pesan what's app masuk dari Bundanya Bunga. Menyampaikan permasalahan yang sama saat konsultasi akhir semester ganjil lalu. Kupikir ini biasa saja, toh anak-anak memang terlihat baik di sekolah. Tapi kali ini sepertinya membuat sang Ibu lebih emosional karena anaknya kerap murung setiap pulang sekolah, bahkan sering menangis. Dan kalau kondisi tidak membaik, beliau akan memboyong anaknya pindah ke sekolah lain. Cukup panjang pesannya, tapi begitu kurang lebih isi pesannya. Saya terdiam sejenak, menenangkan diri. Sebab lari dari masalah dengan berpindah sekolah tida...

JURNAL GURU: Permulaan

Perempuan dan perasaan adalah dua hal yang saling berkaitan erat. Lalu bagaimana dengan anak didik yang mulai beranjak aqil baligh?. Apakah perjalanan kehidupannya dilingkungan sekolah akan mulus bebas hambatan ataukah sebaliknya, kehidupan yang penuh drama dengan diiringi gelak tawa dan derai tangis dalam waktu yang bergantian atau bersamaan?. Perjalanan di tahun kedua membersamai anak-anak dengan usia memasuki akil baligh membuat saya memiliki keinginan untuk mulai menuliskannya secara rutin. Agar dikemudian hari menjadi kenangan manis yang saya baca sendiri, atau siapapun yang membacanya untuk dapat diambil pelajarannya, jika ada. Dua tahun ini saya membersamai anak-anak perempuan di jenjang pendidikan menengah pertama atau SMP. Banyak hal mewarnai kehidupan saya pribadi, kadang emosional hingga terbawa perasaan dalam sisi kehidupan saya yang lainnya. Dan inilah, jurnal guru SMP dimulai, semoga istiqomah dalam perjalanannya.

Karena Allah Saja

Rencana-rencana telah tersusun.. Satu demi satu dalam lembaran yang rapih  Niat telah tersampaikan dan ikhtiar terus dijalankan Kita merencanakan, bukan karena hidup ini seutuhnya milik kita, bukan, bukan itu... Karena kita masih memiliki iman di dada yang yakin bahwa skenario hidup kita telah tertuliskan dengan rapih jauh sebelum kita dilahirkan.. Ini hanya ikhtiar merapihkan kehidupan yang jangan sampai tak tahu arah Agar jangan sampai melupakan bahwa ibadah adalah tujuan kita diciptakan.. Kita punya rencana, Allah punya rencana dan Allah lah saja sebaik-baik perencana.. Sungguh indah hidup ini, jika syukur dan sabar senantiasa menyertai.. menjadikan sebaik-baik tawakal pada puncak perjuangan menjalani setiap aktivitas kehidupan.. Tidak perlu risau, karena selama ada Allah, semua akan baik-baik saja..

Belajar Sepanjang Hayat

Alih-alih berbagi ilmu justru saya lah yang banyak menimba ilmu dari ibu-ibu pengajian Arafah ini. Belajar menjadi pendengar yang baik, belajar adab, belajar hal-hal yang lain yang juga begitu bermanfaat untuk kehidupan. Kamis malam, setiap dua pekan sekali Allah berikan nikmat bisa berkumpul dengan ibu-ibu hebat ini, ibu-ibu yang masih terus semangat berbagi. Malam ini berbagi kisah tentang banjir dan mengambil hikmah atasnya. Juga berusaha menjadi sebaik-baik perempuan, menjadi perempuan yang disayang Allah dengan dipersilahkan memasuki surga dengan melalui pintu manapun yang kita suka. Semoga semangat belajar dan mengamalkannya senantiasa terpatri dalam diri.

Orang Hebat Jalan Juangnya Gak Receh

Pernah gak si, liat temen atau saudara yang perjuangan hidupnya gak kaleng-kaleng?  Baru kelar satu ujian, eh besok denger lagi kabarnya dapet ujian yang gak kalah hebat. MasyaAllahnya dia masih kuat-kuat ajah gitu ngejalaninnya, padahal kita ajah mungkin udah meringis ngebayanginnya. Sungguh beruntung orang yang terpilih itu, yang Allah pilih buat melompat lebih tinggi, buat tumbuh lebih kuat. Coba ajah kita lihat nanti, kuyakin selama ia masih terus jalan di jalan kebenaran, kelak insyaAllah akan Allah jadikan orang yang hebat dan mengudara menebar manfaat.