Langsung ke konten utama

Postingan

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

BERLOMBA DENGAN USIA

 Entah, usia siapa dulu yang akan mencapai garis finishnya...  Logika menyampaikan bahwa usia orangtualah yang sekiranya sampai pada garis finishnya lebih dulu, lantaran jatah hidupnya sudah lebih banyak digunakan... Sedangkan aku, baru menuju 30 tahun jatah hidupku kugunakan...  Tapi lagi-lagi takdir sungguh tertutup tabir, tak ada yang benar-benar bisa menggunakan logikanya, sehebat apapun ia...  Bersabarlah, terlepas takdir siapa yang akan sampai lebih dulu, maka gunakan waktu, harta dan apapun yang kita punya hari ini untuk saling menopang agar tidak ambruk di tengah jalan...  Mungkin jalannya masih panjang dan pastikan kita tetap beriringan dalam setiap keadaan...  Mintalah terus pada Sang Maha Menyutradarai hidup ini, mohon agar kau senantiasa diberikan kelonggaran waktu, hati, tenaga, pikiran dan harta agar dapat diamanahi membantu orang-orang terdekatmu...  Agar ketika kau sampai di garis finishmu, kamu dapat berkata pada Rabbmu " Ya Rabb, amal...

Merawat Kebersamaan

Alhamdulillah hari ini cukup luang waktunya, selain beberes sepulang dari sekolah, aku berniat membersihkan dan mengganti air ikan koleksi suami. Waktu pertama aku bersihin Wadan dan ganti air ikan yang ada di kamar, terlihat suami begitu senang. Maka aku mencoba melakukan yang lebih banyak, aku ingin melihat senyum kebahagiaan nya memancar dari wajahnya yang menggemaskan itu. Sekitar satu jam aktivitas itu aku lakukan, sembari menggiling pakaian di mesin cuci. Kegiatan bersih-bersih ikan, dibantuin sama dede, lala dan tata, alhamdulillah jadi lebih ringan. Tepat saat adzan maghrib, aku baru selesai mengganti semua airnya. Iya memang ikannya sebanyak itu, ada lebih dari 30 ikan di rumah kami. Saat ikan sudah tersusun rapih kembali di tempatnya aku mengambil videonya dan memposting di status WA, ya aku ingin memberikan kekuatan untuknya, agar suami bisa lebih semangat ngajarnya.  Dan alhamdulillah suami senang, dan mengapresiasi. Ini kebaikan yang selalu dilakukannya, mengapresiasi ...

Anugerah yang Indah

Alhamdulillah 'ala bini'matihi tatimus shalihat atas nikmat diberikan keluarga yang baik dan menerima apa adanya. Ayah dan Ibu mertua yang tulus menyayangi, suami yang tulus mencintai.. Siapa sangka, dua orang asing yang belum saling mengenal, kini dijadikan Allah terjalin dalam sebuah ikatan keluarga, gang disahkan secara hukum.

Menikah dengan Orang yang Belum Dicinta

Walau banyak yang menikah dengan alasan karena cinta.. Justru aku memutuskan untuk menikah dengan komitmen, tidak menaruh rasa terlebih dahulu.. Sebab, soal rasa Rabbku Maha Berkehendak menitipkan nya pada hati setiap Hambanya Sungguh banyak kebaikan jika benar-benar diseriusi untuk disyukuri dalam pernikahan yang belum didahului rasa cinta ini.. Ternyata begini rasanya, bersama dengan seorang lelaki asing yang kini telah halal bersama Ternyata begini rasanya, menjadi seorang istri dari lelaki yang belum pernah dikenal dekat sebelumnya MasyaAllah, alhamdulillah 'ala bini'matihi tatimush shalihat

Jaga Hatimu

 Apa yang kita lakukan saat ini adalah upaya untuk mempersiapkan jawaban saat masa pertanggungjawaban nanti. Jika sadar, semua akan dihisab, lantas mengapa masih saja lalai? Tidak usah terlalu sibuk memikirkan apa aayang akan terjadi di depan, atau memperturuti hawa nafsu untuk berprasangka tidak baik akan takdir Allah. Sebab, takdir Allah selalu yang terbaik. Sebagaimana Allah telah menyelamatkanmu dari lembah yang gelap,  Allah pasti akan menuntunmu untuk menyusuri setiap jalan yang engkau lalui. Tugasmu hanya memastikan, apakah engkau masih berada di jalan yang tepat atau tidak. Jika kau sadar jalanmu mulai berbelok arah, ayo segera putar kemudimu menuju jalan yang sebenarnya.  Jaga hatimu agar tak terus-terusan dikuasai oleh rasa was-was yang dibisika syaithan, jaga hatimu agar tak memperturuti hawa nafsu yang merusak. Mohonlah selalu pada RabbMu agar engkau senantiasa dibimbing menuju jalan lurusNya... Dan juga mohon penjagaan atas dirimu pada RabbMu yang Maha Segala...

BUNSAY: Pantulan Warna Komunikasi Produktif

 MasyaAlah tabarakallah bisa melalui tantangan komprod zona 1 ini, walaupun dalam perjalanannya ternyata ada juga kelupaan ngepost tugas sampai kelupaan submit di hari terakhir tantangan. Ternyata bener emang komunikasi itu butuh ilmu. Selama ini ngerasa banget jarang ngorbrol sama keluarga, paling pulang aktivitas di luar nyampe rumah ya sekedar tegur sapa sebentar trus masuk kamar buat istirahat, jarang bisa mengatur waktu yang memang khusus disediakan untuk ngobrol sama anggota kelarga, khususnya ngobrol santai untuk meningkatkan bonding. Di tantangan ini agak bingung sebenarnya menentukan topik, akhirnya beberapa waktu ya mengalir ajah sesuai dengan kebutuhan di hari itu keluarga lagi mau bahas apa. Di petengahan jalan malah bingung mau ngapain karena kehabsan topik, terus lagi padet padetnya aktivitas akhirnya memutuskan untuk berbicara ke dalam diri. Mengapresiasi diri, memaklumi kondisi yang ada, biar gak kehabisan energi. Akhirnya aku menikmati waktu-waktu ngobrol sama angg...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-15

 Temuan hari ini: Seharian ngobrolin konsep sama ibu, ngelanjutin bahasan kemarin sama ibu. Segala hal yang harus disampein ke ayah, aku minta ibu buat perantarain biar lebih enak. Alhamdulillah sejauh ini, konsep sudah ada dan ayah-ibu bisa sejalan. Tantangan yang dihadapi: Mencari cara agar komunikasi ke ayah tetep jalan, tapi melalui perantara. Poin komunikasi: Intonasi✅ Eye contact✅ Gesture✅ I'm responsible for my communication result✅ Bintangku hari ini: ⭐⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-14

 Temuan hari ini: Sore hari Bu, ini ada titipan konsep. InsyaAllah untuk beberapa kebutuhan akan diakomodir sama beliau. Kita tinggal nyiapin hal-hal lain. Untuk hiburannya, konsepnya di mix ajah bu." Begitu apa adanya yang kusampaikan pada ibu. Ibu pun mengiyakan, dan mengerti. Alhamdulillah Malem hari Aku: Bu, ayah kerja apa? Ibu: kerja siang. Aku: Kataya mau bahas ngelanjutin kemarin? Ibu: apa? Aku: ngebahas tanggal bu Ibu: oiya, ayahnya belom juga nanya ke cang haji hajatannya kapan. Aku: Iya bu, waktu kan terus jalan, tar tau tau udah deket waktunya jadi grabak-grubuk. Lagi jadi alarm buat beberapa kegiatan persiapan ini, biar gak kelewat. Tantangan yang dihadapi: Meluluhkan hati ibu buat gak pake konsep yg kurang sreg di hatiku. Poin komunikasi: Intonasi ✅ Eye contact ✅ Gesture ✅ Rencana besok: Ngobrol santai Bintangku hari ini: ⭐⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-13

 Temuan hari ini: Selama tantangan komunikasi produktif ini, hampir semua momennya ya tentang proses persiapan. Karena di setiap harinya, topik pembahasannya hanya ini setiap ngobrol sama ayah ibu. Tadi sepulang sekolah (ngajar), ayah ibu lagi duduk santai berdua di kursi depan rumah. Ya kursi tamu di rumah memang adanya di luar, di dalem kosong. Akhirnya kuberanikan diri untuk bilang, bahwa aku hanya sanggup menabung sampai sekian dalam beberapa bulan kedepan. Itu hitungan matematis sebagai manusia, hitungan Allah kita gapernah tau. Terlahir, tumbuh dan besar di keluarga betawi yang menjadi tokoh masyarakat memang nikmat yang masyaAllah patut disyukuri. Memiliki orangtua yang ingin mempersembahkan yang terbaik untuk anak-anaknya, menjalankan tradisi adat budaya setempat, menjaga nama baik keluarga, semua itu adalah amanah yang Allah sedang percayakan. Aku juga inginnya bisa membahagiakan kedua orangtua dengan mewujudkan mimpi-mimpinya, namun saat ini semua harus memikirkan juga fa...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-12

 Temuan hari ini: Hari ini diskusi sama adik puspa, diskusi ringan untuk saling mengenal. Ini komunikasi kami yang kedua, setelah yang pertanya hanya sebentar. Kami cerita tentang aktivitas sehari-hari, kegemaran dan hal-hal laifnnya untuk saling mengenal. Saling menatap saat berbicara, melempar senyum dan tawa membuat diskusi kami menjadi lebih seru. Padahal baru kenal, seperti sudah kenal lama. Adik puspa pribadi yang ceria dan sangat terbuka dengan orang baru. Tantangan yang dihadapi: Fokus  Poin komunikasi: Eye contact ✅ Intonasi ✅ Gesture✅ Rencana besok: Diskusi dengan ayah ibu Bintangku hari ini: ⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-11

 Temuan hari ini: Pagi tadi, sepulang aku ngaji. Ayah dan ibu lagi diskusi di dapur, aku sedikit menyimak lalu kemuadian nimbrung sembari membantu ibu memotong sayuran. Rupanya sedang membahas rencana pertemuan besok, ayah baru ajah pulang dari rumah abi, meminta saran katanya. Ayah ibu memang mempunyai keinganan besar untuk menjalankan semua acara adat di momen pernikahan anaknya, terutama ketika keduanya memang satu suku. Kami bertiga disksusi di dapur, karena diskusi di mana ajah kan yang penting ada goalnya. Aku coba menyampaikan hal-hal apa yang harus kusampaikan. Tentang memudahkan segala proses, tentang melakukan sesuatu berdasarkan kemampuan, tentang semua hal yang menjadi mimpiku sejak lama. Tantangan yang dihadapi: Berani mengungkapkan perasaan Poin komunikasi: Intonasi, gesture, pesan tersampaikan dengan jelas ✅ Bintangku hari ini:  ⭐⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-10

 Temuan hari ini: Hari ini seharian di rumah, lagi ngecharge energi setelah beberapa waktu lalu melalui hari-hari yang sangat produktif dan ini juga WFH terakhir. Seharian bareng ibu terus. Ngobrol-ngobrol ringan sesekali di tengah aktivitas. Seneng bisa nemenin ibu. Lewat tantangan ini, aku jadi belajar untuk selalu menyempatkan waktu untuk menyapa dan ngobrol sama anggota keluarga.  Tantangan yang dihadapi: Mencari momen yang pas Rencanaku esok hari: Membicarakan rencana pertemuan bersama ibu Bintangku hari ini:  ⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-9

 Temua hari ini: Hari ini partnernya dede. Udah mepet malem, belum ada bahan kan. Qadarullah harus nemenin dede menyelesaikan PTS Praktek dari sekolah. Tugasnya menghafal icon di aplikasi gambar. Waktu udah dihafal, trus mau direkam aku minta dede buat ngucapin salam dulu. Eh dede gamau, akhirnya ngambek. Aku mencoba mencairkan suasana, dan mengontrol diri agar tetap ramah. Berbagai cara kulakukan untuk ngembaliin moodnya, mulai dari memberi pilihan, meminta maaf kalau bikin hatinya gak nyaman, sampai memeluknya. Eh kok gak berhasil. Akhirnya, aku bilang ke dede. Yaudah dede tenangin diri dulu, nanti kalau udah siap bilang ya, "ka tolong bantuin dede buat video PTS" atau dede bisa melanjutkan main kalau emang gamau ngerjain PTSnya. Akhirnya setelah beberapa waktu ada suara suara ketukan. Tapi dede gabilang minta tolong, mungkin aneh buat dede. Lalu aku tanyain lagi, dede udah siap? Atau belum hafal ya? Diapun mengangguk, ternyata dede belum hafal, jadilah kita menghafal bersa...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-8

 Temua hari ini: Berkomunikasi dengan diri sendiri. MasyaAllah tabarakallah hari ini ladang amal yang tersedia sangaaaat banyak. Allah Maha Baik, aku masih dikasih jalan untuk bisa beramal, semoga menjadi penggugur dosa-dosaku. Aku memutuskan untuk melakukan tantangan hari ini dengan diri sendiri. Dengan jadwal yang sangat pada itu, membuat aku harus mewaraskan diri. Hati-pikiran berlarian kesana kemari, kalut melanda. Ketika timbul rasa kurang nyaman itu, aku upayakan untuk diam lalu inhale exhale sampai tenang baru deh ngerjain kerjaan berikutnya...😊 alhamdulillah hari ini emang luar biasa sekali, alhamdulillah atas izin Allah semua amanah terselesaikan dengan baik. Terima. Kasih diriku yang telah berupaya dengan batas maksimal dirimu. Selamat istirahat. Tantangan yang dihadapi:  Menjaga diri tetap tenang di tengah padatnya ladang amal, mengafirmasi positif diri dan menyemangati diri, alhamdulillah semua bisa teratasi atas izin Allah. Poin komunikasi hari ini: Kata-kata yan...

BUNSAY: Komunikasi produktif Hari Ke-7

 Temuan hari ini: Hari ini, hari yang sangat padat. Pertama, kakak ipar lahiran anak kedua jadi semua sibuk menyambut. Kedua, hari ini hari lahirnya dede anak bungsu jadi harus memberikan perhatian juga biar gak cemburu karena semua orang excited nyambut baby boy. Aku berkomunikasi dengan dede hari ini karena ibu sedang sibuk ngurus keperluan kaka ipar dan babynya. Sepertinya dede kelihatan sedih, langsung saja aku bertanya tentang perasaanya saat itu. Dede pun mengungkapkan ingin kado, lalu kutanyakan ingin kado apa, awalnya ingin renang tapi kucoba tawarkan cari pilihan lain karena kondisi masih belum aman. Akhirnya dede minta makan di luar.  Akhirnya kami pun pergi makan di luar bersama-sama. Dede terlihat senang dan  saat aku konfirmasi, ternyata benar dede bilang kalau dia senang. Alhamdulillah selama menjalani tantangan beberapa hari ini, atas izin Allah emosiku masih terkontrol dengan baik, sehingga tidak memaksakan lawan bicara terhadap komunikasi yang aku lakukan...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-6

 Temuan hari ini: Hari ini gak ad jadwal ngajar, tapi qadarullah nganterin teteh ke RS. Jadilah ngobrol sama ibu intens. Tadi si seru ajah ngobrol santai gitu, sampai ketawa-tawa. Bahas hal-hal ringan, sambil sesekali aku nyelipin bahasan rencana kedepan. Tadi juga ngobrol sama ayah, dengan bahasan yang kurang lebih sama kayak ibu tadi. Semog hajat kami semua Allah lancarkan dan limpahkan keberkahan. Tantangan yang dihadapi: Mengontrol gesture saat ngobrol sama ibu dan ayah, biar gaada perasaan gak nyaman. Poin komunikasi produktif hari ini: Intonasi ✅ Choose the rigth time ✅ I'm responsible for my communication result✅ Rencanaku untuk esok hari: Coba diliat besok, karena situasi lagi gak biasa Bintangku hari ini ⭐⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-5

 Temuan hari ini: Hari ini masih sama kayak hari kemarin, sangat amat produktif. Kegiatan sekolah dan organisasi dari pagi sampai malam. Sempat meluangkan waktu untuk ngobrol sama ibu walaupun sebentar. Jadi aku khwatir banget, karena ibu masih kekeuh mau ikut wisata sama teman-teman ibu ke ciater. Aku khawatir kan dengan kondisi covid, kan juga lagi PSBB, ditambah ibu itu punya komorbid. Ya emang si kesehatan maut dan lainnya itu takdir Allah, tapi kan kita juga kudu usaha maksimal. Tapi komunikasiku hari ini gak clear, karena pake ngode ngode ajah. Aku canggung buat ngomong langsung, kalau aku pengennya ibu gak berangkat nanti. Tapi aku masih bisa ngontrol diri, aku sambung pembicaraan dengan topik lainnya. Biasanya si ibu suka masih mikirin. Coba ajah besok aku tanya lagi, berubah pikiran gak kira kira hehe. Tantangan yang dihadapi:  Meluangkan waktu untuk ngobrol santai, karena kegiatan padat sekali. Menahan rasa dan merendahkan suara. Poin komunikasi produktif hari ini: I...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-4

 Temuan hari ini: Hari ini masih sama kayak hari kemarin, sangat amat produktif. Kegiatan sekolah dari pagi sampai sore. Waktu pulang ke rumah, timingnya belum pas karena ibu lagi sibuk. Akhirnya setelah isya baru bisa nemenin ibu nonton TV, aku memulai dulu tanya-tanya rencana kegiatan ibu hari kamis nanti. Berharap ibu gajadi berangkat, tapi aku masih gak enak jadi gak clear deh.  Kami ngobrol kegiatan ibu seharian tadi, dan sedikit ngebahas perihal pribadiku. Tapi gabisa lama, karena harus ngehadirin acara workshop online.  Ibu juga tadi menasehati untuk tetap bersabar, dan tetap menjaga nama baik keluarga. Tantangan yang dihadapi:  Meluangkan waktu untuk ngobrol santai, karena kegiatan padat sekali. Poin komunikasi produktif hari ini: Intonasi ✅ Choose the rigth time ✅ Rencanaku untuk esok hari: Melakukan kegiatan bersama ibu. Bintangku hari ini ⭐⭐⭐⭐