Langsung ke konten utama

Di Persimpangan Jalan

"Kamu mah enak, banyak kegiatan cip. Gak kayak aku ya habis kerja pulang atau main-main ajah hangout".

Saya membalasnya, "alhamdulillah", dengan senyuman.

Ya, alhamdulillah jika yang terlihat adalah demikian, karena Allah masih menutupi aib saya dan menolong saya dengan berbagai kegiatan.

Walaupun bukan hal yang jarang saya berada di persimpangan jalan, ketika kegiatan demi kegiatan menuntut kontribusi.

sekali dua kali saya katakan kepada murobbiyah untuk mundur dari beberapa amanah, alih-alih mengiyakan murobbiyah saya justru meminta untuk bertahan dengan mencoba mengatur kembali manajemen waktu dan kedekatan saya pada Rabb pemilik langit dan bumi beserta seluruh isinya.

Saya hari ini, sangat mungkin bukan karena usaha saya sendiri. Saya saat ini adalah atas doa dan semangat orang-orang disekeliling yang senantiasa membersamai bahkan kala saya tengah berada dipersimpangan jalan.

Ketika berhadapan dengan berbagai pilihan, mintalah fatwa pada hati dan bermusyawarahlah dengan orang-orang sholih di sekitar kita. Karena seringnya diri terbawa oleh nafsu dengan dalih ingin istirahat tetapi sejatinya ketika sudah lepas dari amanah justru yang ada hanyalah kelalaian.

Teringat pesan murobbiyah saya dan para alim ulama, kita gak pernah tahu lewat amalan mana Allah akan memberikan rahmatNya dengan memasukkan kita ke surgaNya.

Kesibukan-kesibukan hari ini, semoga menjadikan kita senantiasa meniatkan untuk menyenangkan Allah.

Ketika berada dipersimpangan jalan, mendekatlah dan bangunlah kedekatan yang erat dengan Rabb yang maha mengatur segala kehidupan makhlukNya. Istirahat boleh, tapi jangan mundur karena kita gaakan tahu apa yany ada di depan sebelum kita sampai pada langkah terakhir.

Tentu kita sering mendapatkan nasihat dari para alim ulama, bahwa hidup di dunia ini hanya sebentaaaaar maka kita harus lebih bersabar dan selalu berusaha untuk melakukan hal-hal baik yang kita mampu.

Datangi selalu majelis ilmu di kajian-kajian di liqoan, di silaturahim di manapun yang membuat kita bertambah ketaqwaannya. Asal bersama Allah kita pasti akan tenang. Bukankah ketenagan itu mahal yany tidak didapatkan oleh orang-orang yang tidak merasakan nikmat iman?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....