"Kamu mah enak, banyak kegiatan cip. Gak kayak aku ya habis kerja pulang atau main-main ajah hangout".
Saya membalasnya, "alhamdulillah", dengan senyuman.
Ya, alhamdulillah jika yang terlihat adalah demikian, karena Allah masih menutupi aib saya dan menolong saya dengan berbagai kegiatan.
Walaupun bukan hal yang jarang saya berada di persimpangan jalan, ketika kegiatan demi kegiatan menuntut kontribusi.
sekali dua kali saya katakan kepada murobbiyah untuk mundur dari beberapa amanah, alih-alih mengiyakan murobbiyah saya justru meminta untuk bertahan dengan mencoba mengatur kembali manajemen waktu dan kedekatan saya pada Rabb pemilik langit dan bumi beserta seluruh isinya.
Saya hari ini, sangat mungkin bukan karena usaha saya sendiri. Saya saat ini adalah atas doa dan semangat orang-orang disekeliling yang senantiasa membersamai bahkan kala saya tengah berada dipersimpangan jalan.
Ketika berhadapan dengan berbagai pilihan, mintalah fatwa pada hati dan bermusyawarahlah dengan orang-orang sholih di sekitar kita. Karena seringnya diri terbawa oleh nafsu dengan dalih ingin istirahat tetapi sejatinya ketika sudah lepas dari amanah justru yang ada hanyalah kelalaian.
Teringat pesan murobbiyah saya dan para alim ulama, kita gak pernah tahu lewat amalan mana Allah akan memberikan rahmatNya dengan memasukkan kita ke surgaNya.
Kesibukan-kesibukan hari ini, semoga menjadikan kita senantiasa meniatkan untuk menyenangkan Allah.
Ketika berada dipersimpangan jalan, mendekatlah dan bangunlah kedekatan yang erat dengan Rabb yang maha mengatur segala kehidupan makhlukNya. Istirahat boleh, tapi jangan mundur karena kita gaakan tahu apa yany ada di depan sebelum kita sampai pada langkah terakhir.
Tentu kita sering mendapatkan nasihat dari para alim ulama, bahwa hidup di dunia ini hanya sebentaaaaar maka kita harus lebih bersabar dan selalu berusaha untuk melakukan hal-hal baik yang kita mampu.
Datangi selalu majelis ilmu di kajian-kajian di liqoan, di silaturahim di manapun yang membuat kita bertambah ketaqwaannya. Asal bersama Allah kita pasti akan tenang. Bukankah ketenagan itu mahal yany tidak didapatkan oleh orang-orang yang tidak merasakan nikmat iman?
Saya membalasnya, "alhamdulillah", dengan senyuman.
Ya, alhamdulillah jika yang terlihat adalah demikian, karena Allah masih menutupi aib saya dan menolong saya dengan berbagai kegiatan.
Walaupun bukan hal yang jarang saya berada di persimpangan jalan, ketika kegiatan demi kegiatan menuntut kontribusi.
sekali dua kali saya katakan kepada murobbiyah untuk mundur dari beberapa amanah, alih-alih mengiyakan murobbiyah saya justru meminta untuk bertahan dengan mencoba mengatur kembali manajemen waktu dan kedekatan saya pada Rabb pemilik langit dan bumi beserta seluruh isinya.
Saya hari ini, sangat mungkin bukan karena usaha saya sendiri. Saya saat ini adalah atas doa dan semangat orang-orang disekeliling yang senantiasa membersamai bahkan kala saya tengah berada dipersimpangan jalan.
Ketika berhadapan dengan berbagai pilihan, mintalah fatwa pada hati dan bermusyawarahlah dengan orang-orang sholih di sekitar kita. Karena seringnya diri terbawa oleh nafsu dengan dalih ingin istirahat tetapi sejatinya ketika sudah lepas dari amanah justru yang ada hanyalah kelalaian.
Teringat pesan murobbiyah saya dan para alim ulama, kita gak pernah tahu lewat amalan mana Allah akan memberikan rahmatNya dengan memasukkan kita ke surgaNya.
Kesibukan-kesibukan hari ini, semoga menjadikan kita senantiasa meniatkan untuk menyenangkan Allah.
Ketika berada dipersimpangan jalan, mendekatlah dan bangunlah kedekatan yang erat dengan Rabb yang maha mengatur segala kehidupan makhlukNya. Istirahat boleh, tapi jangan mundur karena kita gaakan tahu apa yany ada di depan sebelum kita sampai pada langkah terakhir.
Tentu kita sering mendapatkan nasihat dari para alim ulama, bahwa hidup di dunia ini hanya sebentaaaaar maka kita harus lebih bersabar dan selalu berusaha untuk melakukan hal-hal baik yang kita mampu.
Datangi selalu majelis ilmu di kajian-kajian di liqoan, di silaturahim di manapun yang membuat kita bertambah ketaqwaannya. Asal bersama Allah kita pasti akan tenang. Bukankah ketenagan itu mahal yany tidak didapatkan oleh orang-orang yang tidak merasakan nikmat iman?
Komentar
Posting Komentar