Agustus, tepat empat tahun saya menetap di Kota romantis yang sejuk ini. Ya, kota bunga yang identik juga dengan apelnya. Kamu pasti sudah tahu bukan? iya, Malang.
Sejak mahasiswa baru saya mengikuti pembinaan kerohanian yang sering disebut mentoring atau halaqoh. Walaupun saya pernah mengikutinya juga di SMA, tapi baru benar-benar instens saat kuliah. Selayaknya orang-orang yang katanya "mutasi", terlebih dahulu saya menyampaikan ke Murobbi (mentor) saya dalam hal hajat saya ini. Beliau mendukung dan tidak melarang, karena memang sudah waktunya saya untuk dakwah kepada keluarga dan membangun keluarha yang utuh bersama kedua orangtua dan saudara-saudari saya di rumah.
Sekitar tiga bulan belakangan saya bekerja sebagai pengasuh di muslim baby club salah satu yayasan SIT di kota Malang. kemarin, 9 agustus saya pun resmi mengundurkan diri dan mohon pamit. Sedikit banyak saya belajar dan praktek langsung mengasuh anak-anak usia TK, sekaligus mengobati rindu kepada ketiga adik saya di rumah.
Liqo beres, Kerjaan beres. Selanjutnya mengurus surat kepindahan dari KAMMI Daerah Malang. Sebelumnya saya sudah konsultasi ke ketua Kaderisasi, beliau mengarahkan untuk mengurus surat ke bagian administrasi PD yang kebetulan saya kenal baik juga. Mas Dicha (Ketua PD) berpesan "hidupkan KAMMI daerah antum ya". Walaupun saya masih belum tahu dengan apa harus mengartikan kata-kata itu, ya saya hanya mengiyakan sambil terus berpikir.
Hari ini, 10 agustus pesan saya dibalas oleh mba Asih. Beliau meminta saya untuk mengisi beberapa data untuk keperluan surat pengantar. Rasanya baru kemarin saya menginjakkan kami di Malang diantar oleh keluarga untuk OSPEK, sekarang sudah harus kembali ke kota kelahiran sebagai wujud pengabdian.
Semoga saya bisa melanjutkan alur kaderisasi di KAMMI sebagimana selayaknya seorang kader. Mungkin saya adalah anak ingusan yang baru kemarin mengenal KAMMI, tapi semoga saya bisa berproses lebih baik lagi di kesempatan berikutnya.
Terimakasih Malang atas semua kenangan yang terkenang
Komentar
Posting Komentar