Langsung ke konten utama

Postingan

JURNAL GURU: Membersamai Anak Mengelola Rasa

Pagi itu, awalnya semua terlihat baik-baik saja. Anak-anak terlihat riang seperti sebelumnya. Mereka belajar, bermain seperti hari-hari biasanya. Dasar perempuan memang pandai sekali menutupi masalah, seolah benar kondisi kelas memang sedang baik-baik saja. Sesekali saya melihat satu dua anak terlihat murung, tapi besok kembali ceria, ya begitu saja setiap harinya seperti sebelum-sebelumnya. Tapi pagi itu, sebuah pesan what's app masuk dari Bundanya Bunga. Menyampaikan permasalahan yang sama saat konsultasi akhir semester ganjil lalu. Kupikir ini biasa saja, toh anak-anak memang terlihat baik di sekolah. Tapi kali ini sepertinya membuat sang Ibu lebih emosional karena anaknya kerap murung setiap pulang sekolah, bahkan sering menangis. Dan kalau kondisi tidak membaik, beliau akan memboyong anaknya pindah ke sekolah lain. Cukup panjang pesannya, tapi begitu kurang lebih isi pesannya. Saya terdiam sejenak, menenangkan diri. Sebab lari dari masalah dengan berpindah sekolah tida...

JURNAL GURU: Permulaan

Perempuan dan perasaan adalah dua hal yang saling berkaitan erat. Lalu bagaimana dengan anak didik yang mulai beranjak aqil baligh?. Apakah perjalanan kehidupannya dilingkungan sekolah akan mulus bebas hambatan ataukah sebaliknya, kehidupan yang penuh drama dengan diiringi gelak tawa dan derai tangis dalam waktu yang bergantian atau bersamaan?. Perjalanan di tahun kedua membersamai anak-anak dengan usia memasuki akil baligh membuat saya memiliki keinginan untuk mulai menuliskannya secara rutin. Agar dikemudian hari menjadi kenangan manis yang saya baca sendiri, atau siapapun yang membacanya untuk dapat diambil pelajarannya, jika ada. Dua tahun ini saya membersamai anak-anak perempuan di jenjang pendidikan menengah pertama atau SMP. Banyak hal mewarnai kehidupan saya pribadi, kadang emosional hingga terbawa perasaan dalam sisi kehidupan saya yang lainnya. Dan inilah, jurnal guru SMP dimulai, semoga istiqomah dalam perjalanannya.

Karena Allah Saja

Rencana-rencana telah tersusun.. Satu demi satu dalam lembaran yang rapih  Niat telah tersampaikan dan ikhtiar terus dijalankan Kita merencanakan, bukan karena hidup ini seutuhnya milik kita, bukan, bukan itu... Karena kita masih memiliki iman di dada yang yakin bahwa skenario hidup kita telah tertuliskan dengan rapih jauh sebelum kita dilahirkan.. Ini hanya ikhtiar merapihkan kehidupan yang jangan sampai tak tahu arah Agar jangan sampai melupakan bahwa ibadah adalah tujuan kita diciptakan.. Kita punya rencana, Allah punya rencana dan Allah lah saja sebaik-baik perencana.. Sungguh indah hidup ini, jika syukur dan sabar senantiasa menyertai.. menjadikan sebaik-baik tawakal pada puncak perjuangan menjalani setiap aktivitas kehidupan.. Tidak perlu risau, karena selama ada Allah, semua akan baik-baik saja..

Belajar Sepanjang Hayat

Alih-alih berbagi ilmu justru saya lah yang banyak menimba ilmu dari ibu-ibu pengajian Arafah ini. Belajar menjadi pendengar yang baik, belajar adab, belajar hal-hal yang lain yang juga begitu bermanfaat untuk kehidupan. Kamis malam, setiap dua pekan sekali Allah berikan nikmat bisa berkumpul dengan ibu-ibu hebat ini, ibu-ibu yang masih terus semangat berbagi. Malam ini berbagi kisah tentang banjir dan mengambil hikmah atasnya. Juga berusaha menjadi sebaik-baik perempuan, menjadi perempuan yang disayang Allah dengan dipersilahkan memasuki surga dengan melalui pintu manapun yang kita suka. Semoga semangat belajar dan mengamalkannya senantiasa terpatri dalam diri.

Orang Hebat Jalan Juangnya Gak Receh

Pernah gak si, liat temen atau saudara yang perjuangan hidupnya gak kaleng-kaleng?  Baru kelar satu ujian, eh besok denger lagi kabarnya dapet ujian yang gak kalah hebat. MasyaAllahnya dia masih kuat-kuat ajah gitu ngejalaninnya, padahal kita ajah mungkin udah meringis ngebayanginnya. Sungguh beruntung orang yang terpilih itu, yang Allah pilih buat melompat lebih tinggi, buat tumbuh lebih kuat. Coba ajah kita lihat nanti, kuyakin selama ia masih terus jalan di jalan kebenaran, kelak insyaAllah akan Allah jadikan orang yang hebat dan mengudara menebar manfaat. 

Sempat Terlintas

Benar adanya, bahwa lebih banyak berbicara ke dalam akan membuat diri membaik. Terkadang, dengan diam saja semua menjadi lebih ringan. Kau tahu, kelapangan hati adalah rezeki termahal yang pernah ada dalam hidup? Bukan kala diri meratapi alur skenario hidup, tapi menginsyafi atas semua nikmat yang tak sempat disyukuri saking banyaknya. Bukankah shalatmu hari ini pun adalah rezeki? Hidayah dariNya? Bahwa dirimu digerakkan untuk bersimpuh dihadapanNya, agar Ia menyayangimu dengan cara terbaikNya. Tanggapi setiap lintasan hati dan pikiranmu dengan kepekaan yang kamu punya, alarm-alarm kebaikan mungkin telah berdering namun riuhnya kadang tak terdengar bukaan karena ia berhenti berdering, namun tersebab banyaknya dosa yang menjadi penghalang..

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...