Langsung ke konten utama

Review Buku SEKOLAH CINTA (Menjadi Pemimpin dan Guru Hebat)

Setelah lama libur membaca buku, akhirnya saya menemukan buku yang menarik hati untuk saya baca. Buku dengan judul yang sama seperti tulisan saya ini. Sebenarnya mau membuat rangkuman, tapi rasanya semua isinya adalah rangkuman atau lebih tepatnya semua isinya penting sehingga saya tidak mampu melakukannya hehe..



Buku dengan sampul yang dominan berwarna putih dengan warna-warni yang menarik mata, terdapat burung-burung dari kertas lipat berwarna-warni memang bukan buku yang sembarangan menurut saya. Dengan jumlah halaman 236 halaman buku ini mampu membuat saya terhanyut dan ingin terus membacanya di sela-sela waktu saya beberapa hari kemarin.

Pak Edi Sutarto sang penulis menulis bukunya dengan gaya bahasa yang enak dibaca dan mudah dipahami, benar saja membaca buku ini seperti sedang membaca cerpen dengan berbagai nasihat yang tidak terkesan menggurui, bahkan seolah-olah sedang membaca buku-buku novel remaja.

Buku ini mengajarkan apa yang tertuang pada judulnya, tidak hanya diperuntukkan bagi kepala sekolah, bagi saya guru muda buku ini sudah cukup membuat saya merasa ditampar bolak-balik akan raelitas mengajar saya yang baru genap setahun, ibarat seoarang anak pengalaman mengajar saya secara formal seperti anak bayi yang mungkin baru belajar jalan, atau mungkin masih merangkak.

Buku sekolah cinta, mengajarkan bagaimana sebuah sekolah menjadi sekolah cinta. Dengan sistem yang baik, tersusun atas setiap SOP dalam tiap hal yang ada. Sebuah tujuan besar yang ditetapkan dan bagaimana mengejawahtahkannya dalam proses setiap tahun, setipa bulan dan setiap harinya. Guru-guru yang penuh cinta, mengajar dengan penuh kepeduliaan dan profesional. Bagaimana seorang guru selayaknya mampu menjadi teman, menjadi teladan. Menjadi teladan bukan hal yang mudah tentunya, karena sejatinya keteladanan akan terpancar dari seseorang yang mempunyai kepribadian baik, kepribadian yang penuh cinta.

Rasa-rasanya bagi siapapun yang sedang mendedikasikan dirinya dalam dakwah pendidikan harus membaca buku ini, guru muda ataupun guru madya tidak ada kata terlambat untuk mengambil hikmah dari buku ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....