Langsung ke konten utama

Semalam di Purwokerto


Sekitar pukul 18.00 kami tiba di stasiun pasar senen. Selama perjalanan bekasi- pasar senen aku tertidur, karena masih lelah. Aku diantar ayah, iibu dan ketiga adikku ke stasiun. Sesampainya di stasiun kami beristirahat sejenak, lalu aku dan ibuku shalat di musholah stasiun pasar senen. Selepas shalta, aku dan ibu bergabung dengan ayah dan ketiga adikku. Karena lapar akupun turut memakan bekal yang dibawa ibu yakni, nasi putih, mie goreng spesial dan telur dadar.
Kami habiskan waktu di halaman parkir stasiun, lalu kulihat jam di HP memunjukkan pukul 20.38, kami pun bergegasmenuju pintu masuk  stasiun, lalu aku masuk setelah pamitan kepada ayah ibu dan keiga adikku. Masih ingin berlama-lama rasanya dirumah namun aku harus kembali ke malang. Perjalanan kali ini harus transit di purwokerto karena tiket kereta jakarta-malnag habis ya karena musim liburan anak sekolahan.
Tut.... tut... tut....
Tepat pukul 21.00 kereta Serayu Malam bertolak dari stasiun pasar senen menuju stasiun purwokerto. Aku duduk di kursi 8c gerbong 1. Suasana malam, menghadirkan rasa kantuk. Aku pu tertidur beberapa waktu, lalu terbangun dan aku memakan roti yang aku bawa. Kumakan roti yang rasa cokelat, roti dengan merk yang semua orang mungkin mengenalnya, hmm kusempurnakan dengan beberapa teguk air. Alhamdulillah
Aku tidur sepanjang perjalanan, sekitar pukul 02.00 dini hari aku terbangun teringat bekal ibu yang belum kumakan. Lalu kusantaplah bekal di wadah merah jambu yang berisi nasi putih, mie goreng spesial dan telur dadar itu hingga habis dan menyisakan sendok beserta wadahnya sja.
Sekitar pukul 08.15 29 desember 2015 aku tiba di stasiun purwokerto. Langsung saja aku menuju pintu keluar dan mencari sahabtku liya. Baru saja megetik pesan disingkat di hp dan hendak kukirim lalu ada suara seseorang yang tak asing ditelingaku memanggil. Ya itu liya, dia mengenakan jilbab abu-abu. Liya menghampiriku, lalu kamipun menuju prakiran. Dan segera saja liya membawaku ke kosnya di sekitar Universitas Muhamadiyah Purwokerto tempat liya menimba ilmu. Kami tiba dikosan liya yang juga merupakan komisariat Kammi ahmad Dahlan, rumah bergaya kuno yang cukup nyaman.
Setelah beristirahat dan bersih diri kami pun santap pagi bersama mbak riri dan beti (teman sekosan liya). Makan selesai, aku dan liya pun langsung pergi keliling purwokerto dengan sepeda motor. Pertama ke curug 3. Aku merasa lelah karena belum beristirahat, alhasil sesampainya di curug 3 kakiku gemetar. Tak  lama aku dan liya berada dilokasi tersebut,lalu kami pergi dan sempat mampir ke masjid untuk Shalat Dzuhur. Di masjidpun kami beristirahat sejenak.
Setelah puas beristirahat, kami melanjutkan perjalanan ke lokawisata Baturraden. Walaupun gak masuk ke lokawisatanya tapi aku tetep seneng. Akupun membeli kaos kenang-kenangan bertuliskan baturaden. Hujan mengguyur wilayah lokawisata hingga 2 kali saat kami dilokasi ini. Karena tak kunjung reda dan waktu makin sore ahirnya kami memutuskan untuk menerobos hujan.
Namun ternyata setelah kami turun wilayah setelah gerbang sampai ke kosan tgak hujan, basah kuyub tapi yang lain engggak. Kan jadi malu.
Akhirnya sampai juga di kos, seperti janji liya dia akan membelikan mie ayam dekat kosan yang katanya rasanya enak dan beda dari mie ayam ditempat-tempat lain. Benar ajah si, bumbunya pakai sambal kacang dan rasanya memang enak. Setelah makan mie, aku tak sadar aku tertidur di kursi  tamu. Hingga adzan maghrib berkumandang aku baru bangun.
Kami shalat maghrib dan shalat isya’ berjamaah. Setelah itu aku, liya, mbak giar, beti dan nana pergi ke alun-alun untuk mengajakku berjalan-jalan malam. Saat melintasi Universitas Soedirman tiba-tiba hujan turun, namun  tak jauh dari lokasi itu saat kami melanjutkan perjalanan tak lagi hujan. Kami menyusuri jalan dengan sepeda motor. Hingga sampailah kami di alun-alun purwokerto, malam ini alun-alun sangat ramai. Banyak sekali tukang jualan dan orang-orang yang sedang main di alun-alaun. Kami sempat photo di air mancur lalu akhirnya duduk sambil menikmati es susu rasa cokelat. Setelah puas menghabiskan waktu akihrnya kami kembali ke kos.
....

Tepat pukul 05.27 aku sudh berada di dalam stasiun purwokerto dan akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....