Ya, rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki ditanahmu, msalembu. Pulau terluar wilayah jawa timur, kau layaknya surga dunia. kau jauh tapi kau indah, kau menyimpan begitu banyak keindahan dan sejarah negara ini. kau gerbang indonesia, namun sayang tak banyak orang yang tahu keberadaanmu, selain mereka tahu bahwa kau adalah pulau yang angker dan menyeramkan.
Melalaui Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 aku berkesempatan menyambangimu, mengenal orang-orang yang tinggal di pulau masalembu. Dini hari, saat langit masih gelap kapal bersandar di pelabuhan, ya pelabuhan di pulau masalembu. Dinginnya angin tak mengalahkan semangat dan bahagiaku ketika akhirnya tiba di pulau masalembu.
Pulau masalembu lebih besar dari pulau sapeken, untuk mengelilingi pualu ini aku dan rombongan menumpang mobil pick up dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
perjalanan pertama kami adalah ke pantai masna, pantai yang terdapat beting menjorok ke tengah laut, dengan airnya yang jernih dan pasir putih bak salju yang menghampar luas membius siapa saja yang mengunjungi tempat ini. banyak sekali burung-burung dipantai ini, banyak lamun dan jenis biota yang lainnya.
Cukup lama aku dan rombongan menghabiskan waktu di pantai ini, namun kami harus melanjutkan ke tempat yang berikutnya, ya pelabuhan lama. pelabuhan yang hanya tersisanya tiang tiang pancangnya saja. perairan yang banyak terdapat lamun, terumbu karang dan juga ikan. waktunya cukup tepat ketika aku tiba, ya sedang sunset.
terlalu banyak kenangan yang terukir di pulau ini, rasanya ingin ku datang kembali dan membawa semua kenangan itu.
bersambung...
Melalaui Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 aku berkesempatan menyambangimu, mengenal orang-orang yang tinggal di pulau masalembu. Dini hari, saat langit masih gelap kapal bersandar di pelabuhan, ya pelabuhan di pulau masalembu. Dinginnya angin tak mengalahkan semangat dan bahagiaku ketika akhirnya tiba di pulau masalembu.
perjalanan pertama kami adalah ke pantai masna, pantai yang terdapat beting menjorok ke tengah laut, dengan airnya yang jernih dan pasir putih bak salju yang menghampar luas membius siapa saja yang mengunjungi tempat ini. banyak sekali burung-burung dipantai ini, banyak lamun dan jenis biota yang lainnya.
Cukup lama aku dan rombongan menghabiskan waktu di pantai ini, namun kami harus melanjutkan ke tempat yang berikutnya, ya pelabuhan lama. pelabuhan yang hanya tersisanya tiang tiang pancangnya saja. perairan yang banyak terdapat lamun, terumbu karang dan juga ikan. waktunya cukup tepat ketika aku tiba, ya sedang sunset.
terlalu banyak kenangan yang terukir di pulau ini, rasanya ingin ku datang kembali dan membawa semua kenangan itu.
bersambung...

Komentar
Posting Komentar