Langsung ke konten utama

Postingan

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

BERLOMBA DENGAN USIA

 Entah, usia siapa dulu yang akan mencapai garis finishnya...  Logika menyampaikan bahwa usia orangtualah yang sekiranya sampai pada garis finishnya lebih dulu, lantaran jatah hidupnya sudah lebih banyak digunakan... Sedangkan aku, baru menuju 30 tahun jatah hidupku kugunakan...  Tapi lagi-lagi takdir sungguh tertutup tabir, tak ada yang benar-benar bisa menggunakan logikanya, sehebat apapun ia...  Bersabarlah, terlepas takdir siapa yang akan sampai lebih dulu, maka gunakan waktu, harta dan apapun yang kita punya hari ini untuk saling menopang agar tidak ambruk di tengah jalan...  Mungkin jalannya masih panjang dan pastikan kita tetap beriringan dalam setiap keadaan...  Mintalah terus pada Sang Maha Menyutradarai hidup ini, mohon agar kau senantiasa diberikan kelonggaran waktu, hati, tenaga, pikiran dan harta agar dapat diamanahi membantu orang-orang terdekatmu...  Agar ketika kau sampai di garis finishmu, kamu dapat berkata pada Rabbmu " Ya Rabb, amal...

Merawat Kebersamaan

Alhamdulillah hari ini cukup luang waktunya, selain beberes sepulang dari sekolah, aku berniat membersihkan dan mengganti air ikan koleksi suami. Waktu pertama aku bersihin Wadan dan ganti air ikan yang ada di kamar, terlihat suami begitu senang. Maka aku mencoba melakukan yang lebih banyak, aku ingin melihat senyum kebahagiaan nya memancar dari wajahnya yang menggemaskan itu. Sekitar satu jam aktivitas itu aku lakukan, sembari menggiling pakaian di mesin cuci. Kegiatan bersih-bersih ikan, dibantuin sama dede, lala dan tata, alhamdulillah jadi lebih ringan. Tepat saat adzan maghrib, aku baru selesai mengganti semua airnya. Iya memang ikannya sebanyak itu, ada lebih dari 30 ikan di rumah kami. Saat ikan sudah tersusun rapih kembali di tempatnya aku mengambil videonya dan memposting di status WA, ya aku ingin memberikan kekuatan untuknya, agar suami bisa lebih semangat ngajarnya.  Dan alhamdulillah suami senang, dan mengapresiasi. Ini kebaikan yang selalu dilakukannya, mengapresiasi ...

Anugerah yang Indah

Alhamdulillah 'ala bini'matihi tatimus shalihat atas nikmat diberikan keluarga yang baik dan menerima apa adanya. Ayah dan Ibu mertua yang tulus menyayangi, suami yang tulus mencintai.. Siapa sangka, dua orang asing yang belum saling mengenal, kini dijadikan Allah terjalin dalam sebuah ikatan keluarga, gang disahkan secara hukum.

Menikah dengan Orang yang Belum Dicinta

Walau banyak yang menikah dengan alasan karena cinta.. Justru aku memutuskan untuk menikah dengan komitmen, tidak menaruh rasa terlebih dahulu.. Sebab, soal rasa Rabbku Maha Berkehendak menitipkan nya pada hati setiap Hambanya Sungguh banyak kebaikan jika benar-benar diseriusi untuk disyukuri dalam pernikahan yang belum didahului rasa cinta ini.. Ternyata begini rasanya, bersama dengan seorang lelaki asing yang kini telah halal bersama Ternyata begini rasanya, menjadi seorang istri dari lelaki yang belum pernah dikenal dekat sebelumnya MasyaAllah, alhamdulillah 'ala bini'matihi tatimush shalihat

Jaga Hatimu

 Apa yang kita lakukan saat ini adalah upaya untuk mempersiapkan jawaban saat masa pertanggungjawaban nanti. Jika sadar, semua akan dihisab, lantas mengapa masih saja lalai? Tidak usah terlalu sibuk memikirkan apa aayang akan terjadi di depan, atau memperturuti hawa nafsu untuk berprasangka tidak baik akan takdir Allah. Sebab, takdir Allah selalu yang terbaik. Sebagaimana Allah telah menyelamatkanmu dari lembah yang gelap,  Allah pasti akan menuntunmu untuk menyusuri setiap jalan yang engkau lalui. Tugasmu hanya memastikan, apakah engkau masih berada di jalan yang tepat atau tidak. Jika kau sadar jalanmu mulai berbelok arah, ayo segera putar kemudimu menuju jalan yang sebenarnya.  Jaga hatimu agar tak terus-terusan dikuasai oleh rasa was-was yang dibisika syaithan, jaga hatimu agar tak memperturuti hawa nafsu yang merusak. Mohonlah selalu pada RabbMu agar engkau senantiasa dibimbing menuju jalan lurusNya... Dan juga mohon penjagaan atas dirimu pada RabbMu yang Maha Segala...

BUNSAY: Pantulan Warna Komunikasi Produktif

 MasyaAlah tabarakallah bisa melalui tantangan komprod zona 1 ini, walaupun dalam perjalanannya ternyata ada juga kelupaan ngepost tugas sampai kelupaan submit di hari terakhir tantangan. Ternyata bener emang komunikasi itu butuh ilmu. Selama ini ngerasa banget jarang ngorbrol sama keluarga, paling pulang aktivitas di luar nyampe rumah ya sekedar tegur sapa sebentar trus masuk kamar buat istirahat, jarang bisa mengatur waktu yang memang khusus disediakan untuk ngobrol sama anggota kelarga, khususnya ngobrol santai untuk meningkatkan bonding. Di tantangan ini agak bingung sebenarnya menentukan topik, akhirnya beberapa waktu ya mengalir ajah sesuai dengan kebutuhan di hari itu keluarga lagi mau bahas apa. Di petengahan jalan malah bingung mau ngapain karena kehabsan topik, terus lagi padet padetnya aktivitas akhirnya memutuskan untuk berbicara ke dalam diri. Mengapresiasi diri, memaklumi kondisi yang ada, biar gak kehabisan energi. Akhirnya aku menikmati waktu-waktu ngobrol sama angg...